PATI, sraya.net – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, memanfaatkan kekuatan jaringan Muslimat NU hingga tingkat akar rumput untuk mendampingi para korban dugaan pencabulan di Ponpes Ndholo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu.
Muntamah mengatakan, Perempuan Bangsa Kabupaten Pati bersama legal Muslimat NU siap diterjunkan langsung untuk membantu menjangkau korban maupun keluarga mereka.
Menurutnya, struktur organisasi Muslimat NU yang kuat menjadi modal penting dalam proses pendampingan korban yang selama ini masih takut melapor.
“Kami akan door to door secara kekeluargaan untuk mencari korban yang saat ini belum berani untuk mengekspos diri sebagai korban,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para legal Muslimat yang telah memiliki sertifikasi akan melakukan pendekatan sosial sekaligus pendampingan hukum kepada para korban.
Muntamah menegaskan, keterlibatan organisasi perempuan dan jaringan sosial masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan.
“Sebagai Muslimat, kami sudah terbiasa berkiprah di bidang sosial. Sehingga ada korban yang masih kategori anak-anak, maka kami punya kepedulian,” katanya.
Politisi DPRD Pati itu juga mengaku prihatin atas dugaan kasus pencabulan yang terjadi di lingkungan pesantren. Ia menilai tindakan tersebut sangat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan agama.
“Kami prihatin, apakah itu betul-betul kiai hanya sebagai kedok, atau memanfaatkan statusnya kiai untuk memanfaatkan para santrinya. Itu sangat keterlaluan,” tegasnya.
(ADV)











