Upaya menjaga kelestarian kawasan hutan di Kabupaten Pati membutuhkan langkah nyata dalam pemilihan komoditas tanam. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, mendorong para petani penggarap lahan hutan sosial untuk mulai beralih dan memperbanyak jenis tanaman keras serta tanaman yang memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap air.
Muslihan menjelaskan bahwa pemilihan jenis tanaman ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya bencana alam seperti erosi dan tanah longsor di kawasan perbukitan. Selain memiliki fungsi ekologis yang sangat kuat sebagai penahan air, tanaman keras tersebut juga dinilai memiliki nilai ekonomi jangka panjang yang menjanjikan bagi tabungan masa depan petani.
“Petani memang membutuhkan penghasilan, tetapi kawasan hutan juga harus tetap dijaga. Jangan sampai orientasi ekonomi justru merusak fungsi lingkungan,” ujar politisi dari Fraksi PPP tersebut memberikan edukasi mengenai pola tanam yang bijak.
DPRD Pati berharap para penggarap tidak hanya terjebak pada tanaman semusim yang cenderung mengabaikan struktur kestabilan tanah. Dengan memperbanyak tanaman keras, Muslihan optimistis wilayah tangkapan air di Kabupaten Pati akan tetap terjaga sekaligus meningkatkan kualitas komoditas hasil hutan bukan kayu di masa mendatang.
(ADV)











