PATI – Kabar segar bagi masyarakat Kabupaten Pati yang kerap mengeluhkan infrastruktur buruk. Pemerintah Daerah bersama DPRD Kabupaten Pati telah menyiapkan rencana besar untuk memulihkan kondisi sarana publik. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, H. Hardi, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mematangkan alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk tahun mendatang.
Hardi menyebutkan bahwa dana yang diproyeksikan untuk menyokong perbaikan infrastruktur ini mencapai angka Rp200 miliar. Nilai fantastis tersebut dialokasikan untuk menjawab keresahan masyarakat terkait banyaknya jalan yang berlubang, jembatan yang mulai rapuh, hingga pembangunan talut atau dinding penahan tanah yang mendesak di berbagai wilayah di Kabupaten Pati.
Anggaran sebesar Rp200 miliar ini diharapkan mampu menyentuh titik-titik kerusakan yang selama ini dianggap sebagai “jalur maut” atau wilayah yang terisolasi secara ekonomi akibat akses yang buruk. Hardi menekankan bahwa penggunaan dana APBD 2026 ini harus dilakukan secara efektif dan transparan agar manfaatnya langsung dirasakan oleh warga hingga ke pelosok desa.
“Insya Allah tahun 2026 ini akan direalisasikan melalui APBD dengan anggaran sekitar Rp200 miliar. Kami ingin memastikan tidak ada lagi wilayah yang merasa dianaktirikan soal pembangunan infrastruktur,” ujar Hardi saat ditemui di kantornya. Ia menambahkan bahwa perencanaan matang saat ini menjadi kunci agar anggaran tersebut tidak sekadar menjadi angka di atas kertas.
Lebih lanjut, politisi senior ini menyatakan bahwa pembagian anggaran akan dilakukan berdasarkan tingkat urgensi kerusakan. Dengan koordinasi yang intensif bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), diharapkan pengerjaan proyek fisik dapat dimulai tepat waktu pada awal tahun anggaran 2026 tanpa kendala administratif yang berarti.
(ADV)

















