PATI — Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hardi menegaskan bahwa kualitas menu yang disajikan kepada siswa harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikelola secara asal-asalan.
Pernyataan ini muncul menyusul adanya laporan dan keluhan dari masyarakat mengenai kualitas makanan yang dianggap belum sebanding dengan alokasi anggaran yang dikucurkan negara. Hardi menekankan bahwa sebagai program unggulan nasional, standar gizi yang telah ditetapkan harus dipenuhi tanpa kompromi.
“Ini adalah program negara yang sangat krusial untuk masa depan generasi kita, jadi tidak boleh jalan asal-asalan. Menu harus sesuai standar nutrisi yang sehat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban atau formalitas administratif saja,” tegas Hardi saat ditemui di gedung parlemen.
Ia menambahkan bahwa transparansi dalam pengelolaan anggaran di tingkat SPPG akan terus dipantau. Hardi tidak ingin anggaran yang besar justru menghasilkan output yang mengecewakan bagi anak-anak di Kabupaten Pati. Menurutnya, kualitas makanan adalah cermin dari keseriusan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia.
(ADV)











