Jaza Khoerul: Trotoar Panglima Sudirman Bisa Buka Peluang bagi UMKM

Advertorial, Berita128 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net — Penataan kawasan pedestrian di Jalan Panglima Sudirman Kabupaten Pati dinilai dapat memberikan manfaat lebih dari sekadar memperbaiki tampilan pusat kota. Jika dikelola dengan konsep yang tepat, kawasan tersebut juga berpotensi mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Golkar, Jaza Khoerul Sofyan, mengatakan keberadaan trotoar yang tertata dapat menjadi ruang publik yang sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memikirkan pemanfaatan kawasan secara menyeluruh sejak tahap perencanaan. Dengan begitu, setelah revitalisasi rampung, kawasan tersebut tidak hanya menjadi fasilitas pedestrian, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat secara tertib.

“Kalau kawasan ini nantinya ramai dan nyaman, tentu bisa memberikan peluang bagi UMKM. Tetapi harus ditata dengan baik agar aktivitas ekonomi tidak mengganggu fungsi trotoar,” ujar Jaza.

Ia menyebut, salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah menyediakan titik-titik tertentu untuk kegiatan UMKM maupun aktivitas kreatif masyarakat. Penentuan lokasi tersebut perlu dilakukan secara terencana sehingga keberadaan pedagang tidak mengurangi ruang yang menjadi hak pejalan kaki.

Menurut Jaza, pengembangan aktivitas ekonomi di kawasan pedestrian harus tetap memperhatikan fungsi utama trotoar sebagai jalur bagi masyarakat berjalan kaki.

“Jangan sampai karena ingin menghidupkan UMKM, kemudian trotoarnya justru kembali dipenuhi aktivitas yang membuat pejalan kaki tidak nyaman,” katanya.

Ia juga menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan dalam menentukan konsep pemanfaatan kawasan. Pemerintah daerah, pelaku UMKM dan masyarakat sekitar dapat duduk bersama untuk membahas pola aktivitas yang sesuai dengan kondisi kawasan.

Koordinasi tersebut dinilai penting agar penataan tidak hanya menghasilkan perubahan fisik, tetapi juga menciptakan pola pemanfaatan ruang yang dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Kalau ditata bersama, saya kira kawasan ini bisa menjadi ruang publik sekaligus ruang ekonomi baru bagi masyarakat Pati,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *