Kasus Bayi Terlantar di Juwana Jadi Momentum Perkuat Perlindungan Anak di Pati

banner 468x60

PATI, sraya.net – Penemuan bayi laki-laki yang ditinggalkan di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, menjadi perhatian berbagai pihak. Anggota Komisi D DPRD Pati dari Fraksi PKB, Hilal Muharom, menilai peristiwa tersebut harus dijadikan momentum untuk memperkuat sistem perlindungan anak di Kabupaten Pati.

Menurut Hilal, kasus pembuangan bayi tidak hanya perlu disikapi melalui penanganan darurat dan proses hukum, tetapi juga melalui langkah-langkah pencegahan yang melibatkan pemerintah, keluarga, dan masyarakat.

banner 336x280

“Kasus ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kita perlu memperkuat perlindungan anak dan meningkatkan kepedulian masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Hilal menilai edukasi kepada masyarakat mengenai hak-hak anak dan pentingnya tanggung jawab keluarga perlu terus ditingkatkan. Selain itu, layanan konsultasi dan pendampingan sosial juga harus lebih mudah diakses oleh masyarakat yang menghadapi persoalan keluarga maupun kehamilan yang tidak direncanakan.

Menurutnya, pendekatan preventif sangat penting untuk menekan potensi terjadinya penelantaran anak di kemudian hari.

“Pemerintah daerah melalui dinas terkait perlu memperkuat sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat. Jangan sampai ada warga yang merasa tidak memiliki tempat untuk mencari solusi ketika menghadapi persoalan sosial,” katanya.

Hilal juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian, tenaga kesehatan, dan pihak terkait yang telah memberikan pertolongan kepada bayi tersebut. Namun ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak harus menjadi perhatian berkelanjutan, bukan hanya saat terjadi kasus yang menyita perhatian publik.

“Anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perlindungan penuh. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak,” tegasnya.

Komisi D DPRD Pati, lanjut Hilal, akan terus mendorong penguatan program perlindungan anak serta koordinasi lintas sektor agar setiap anak di Kabupaten Pati mendapatkan hak-haknya secara optimal.

Ia berharap penanganan bayi yang ditemukan di Growong Kidul dapat berjalan dengan baik, sekaligus menjadi pengingat pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk melindungi anak dari berbagai bentuk penelantaran dan kekerasan.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *