Kendaraan Berat dan Jalan Sempit Berpadu, DPRD Pati Soroti Risiko Kecelakaan di Jalur Pati-Tayu

Advertorial, Berita32 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net — Jalur Pati-Tayu tidak hanya menghadapi persoalan kepadatan kendaraan. Di balik arus lalu lintas yang terus bergerak setiap hari, terdapat persoalan lain yang tak kalah penting, yakni keselamatan pengguna jalan.

Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Teguh Bandang Waluyo, menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih serius. Politisi yang berasal dari Kecamatan Tayu itu melihat peningkatan volume kendaraan harus diimbangi dengan kapasitas dan kondisi jalan yang memadai.

Menurut Teguh, karakter lalu lintas di jalur Pati-Tayu cukup beragam. Kendaraan pribadi, sepeda motor, bus hingga kendaraan berat melintas pada ruas yang sama. Ketika kondisi jalan terbatas, ruang gerak antar kendaraan menjadi semakin sempit.

“Yang perlu kita pikirkan bukan hanya bagaimana kendaraan bisa lewat, tetapi bagaimana masyarakat bisa lewat dengan aman. Ketika kendaraan besar bertemu kendaraan kecil di ruas yang terbatas, potensi risikonya tentu harus diperhitungkan,” kata Teguh.

Sebagai warga yang berasal dari Kecamatan Tayu, Teguh memahami bahwa jalur tersebut memiliki intensitas mobilitas yang tinggi. Jalan Pati-Tayu menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat dari wilayah utara menuju pusat Kabupaten Pati maupun sebaliknya.

Ia mengatakan, kondisi jalan yang sempit pada sejumlah titik dapat menjadi persoalan ketika volume kendaraan meningkat. Terlebih, keberadaan kendaraan besar membutuhkan ruang manuver yang lebih luas dibandingkan kendaraan biasa.

“Ketika ada truk atau bus berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan, pengguna jalan lain harus ekstra berhati-hati. Situasi seperti ini yang harus kita cegah agar tidak berkembang menjadi kecelakaan,” ujarnya.

Teguh menilai pelebaran jalan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk meningkatkan aspek keselamatan. Namun, menurutnya, langkah tersebut perlu diawali dengan pemetaan kondisi jalan secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi titik yang paling rawan.

Ia juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya melihat kebutuhan pelebaran dari sisi kapasitas kendaraan. Aspek keselamatan pengguna jalan, keberadaan bahu jalan, kondisi persimpangan serta titik-titik dengan tingkat kepadatan tinggi juga perlu menjadi bagian dari perencanaan.

“Pelebaran jangan sekadar membuat jalan menjadi lebih lebar. Perencanaannya harus sekaligus memperhatikan keselamatan, titik rawan, dan kebutuhan masyarakat yang menggunakan jalur ini setiap hari,” jelas Teguh.

Menurutnya, peningkatan keselamatan di Jalan Pati-Tayu akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Apalagi jalur tersebut tidak hanya digunakan warga Pati, tetapi juga menjadi akses bagi masyarakat dari wilayah sekitar.

Teguh berharap aspirasi mengenai peningkatan kualitas Jalan Pati-Tayu dapat menjadi perhatian Pemprov Jateng. Ia memastikan DPRD Pati akan ikut mendorong komunikasi dan pengawalan terhadap kebutuhan infrastruktur tersebut.

“Sebagai wakil rakyat dari wilayah Tayu, saya tentu berharap jalan ini semakin aman dan nyaman. Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi kecelakaan. Pencegahan harus dilakukan sejak sekarang,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *