PATI, sraya.net – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi perhatian utama di tengah perkembangan zaman. Salah satu cara yang dinilai efektif adalah memperkuat pendidikan agama melalui pesantren sebagai pendamping pendidikan formal.
Menurutnya, kecerdasan akademik saja belum cukup apabila tidak dibarengi dengan akhlak yang baik. Karena itu, pendidikan di pesantren memiliki peran penting dalam membangun kepribadian anak sejak dini.
“Di pesantren itu pendidikan agama yang pasti. Bagaimana anak-anak memiliki akhlakul karimah, hubungannya dengan Tuhan baik, dan hubungannya dengan masyarakat juga baik,” ungkapnya.
Muntamah menceritakan bahwa seluruh anaknya diwajibkan mengikuti pendidikan di pesantren meskipun bersekolah di SMA umum. Bahkan setelah memasuki jenjang perguruan tinggi, mereka tetap diminta mondok sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.
Ia mengatakan, pengalaman tersebut membuktikan bahwa pendidikan pesantren tidak menghambat prestasi. Sebaliknya, anak-anak tetap mampu melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri.
Menurut Muntamah, derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi membuat pendidikan karakter menjadi semakin penting. Ia menilai pesantren mampu menjadi benteng moral agar generasi muda tidak mudah terpengaruh perilaku negatif, sekaligus tetap memiliki etika dalam memanfaatkan kemajuan zaman.
“Anak-anak saya walaupun S1 harus di pondok. Mau ke Jepang, ke Eropa, tetap membawa identitas sebagai santri,” tegasnya.
Ia berharap semakin banyak orang tua yang memberikan ruang bagi anak untuk memperoleh pendidikan agama secara lebih mendalam. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai rapor atau gelar akademik, tetapi juga dari akhlak, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
(ADV)










