Muslihan Dorong Pembentukan Asosiasi Petani Milenial untuk Perkuat Swasembada Pangan

Advertorial, Berita13 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net – Regenerasi petani dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. Untuk itu, DPRD Kabupaten Pati mendorong terbentuknya asosiasi petani milenial sebagai wadah yang dapat memperkuat pembinaan serta mempermudah penyaluran berbagai program pemerintah kepada generasi muda di sektor pertanian.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, mengungkapkan bahwa minat anak muda untuk menekuni dunia pertanian mulai tumbuh. Bahkan, Dinas Pertanian telah melakukan berbagai sosialisasi kepada kelompok-kelompok pemuda yang tertarik mengembangkan usaha di bidang pertanian.

Namun demikian, ia menilai hingga kini petani milenial belum memiliki organisasi resmi yang mampu menghimpun dan mengoordinasikan aktivitas mereka sebagaimana kelompok tani yang telah lama terbentuk. Padahal, Kabupaten Pati telah memiliki sekitar 2.000 kelompok tani aktif yang menjadi mitra pemerintah dalam berbagai program pertanian.

“Kami berharap petani milenial mempunyai asosiasi sendiri sehingga koordinasi lebih mudah, pembinaan lebih terarah, dan bantuan pemerintah bisa disalurkan sesuai kebutuhan mereka,” ujar Muslihan.

Menurutnya, keberadaan asosiasi tersebut akan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan petani muda. Selain memudahkan penyampaian informasi terkait kebijakan dan program pertanian, organisasi itu juga dapat menjadi ruang bagi petani milenial untuk menyampaikan aspirasi maupun kebutuhan yang mereka hadapi di lapangan.

Muslihan menambahkan, Komisi B DPRD Pati selama ini terus menjalin koordinasi dengan Dinas Pertanian dalam membahas berbagai persoalan sektor pertanian. Setiap pembahasan juga melibatkan kelompok tani agar kebijakan yang disusun sesuai dengan kondisi di lapangan.

Meski demikian, ia mengakui pendampingan terhadap petani milenial masih belum maksimal karena belum adanya wadah yang secara khusus menaungi mereka. Oleh sebab itu, pembentukan asosiasi dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembinaan.

Selain itu, Muslihan juga mendorong pemerintah daerah menghadirkan pelatihan khusus bagi petani muda agar kemampuan mereka terus berkembang, terutama dalam memanfaatkan teknologi pertanian modern.

“Kami ingin nantinya ada pelatihan khusus bagi petani milenial agar kemampuan mereka terus berkembang. Dengan begitu, setiap program dari pemerintah pusat bisa lebih cepat diterapkan di Kabupaten Pati,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *