Pengembangan budidaya ikan nila salin di Kabupaten Pati

Advertorial, Berita103 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net – Pengembangan budidaya ikan nila salin di Kabupaten Pati dinilai perlu diiringi dengan upaya memperkuat kemandirian petambak, terutama dalam penyediaan bibit. Selama ini, kebutuhan benih masih banyak dipasok dari luar daerah, sehingga potensi ekonomi lokal belum sepenuhnya dapat dimaksimalkan.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, mengatakan ketergantungan terhadap pasokan bibit dari luar menjadi salah satu tantangan yang harus segera diatasi. Menurutnya, kemampuan petambak memproduksi benih secara mandiri akan memperkuat keberlangsungan program pengembangan nila salin di Kabupaten Pati.

“Kalau kebutuhan bibit masih dipenuhi dari luar daerah, nilai tambahnya ikut keluar. Kita harus membangun kemandirian petambak agar rantai usaha budidaya benar-benar tumbuh di Pati,” ujar Bandang.

Ia menilai pemerintah daerah perlu menghadirkan program yang mampu melahirkan lebih banyak pembudidaya sekaligus pembenih ikan nila salin. Dengan demikian, petambak tidak hanya berperan sebagai pembeli benih, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan bibit secara mandiri.

Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, Bandang menekankan pentingnya dukungan berupa pelatihan, pendampingan teknis, hingga penyediaan sarana penunjang pembibitan. Langkah tersebut diyakini akan mempercepat lahirnya sentra-sentra pembenihan di wilayah pesisir Kabupaten Pati.

Menurutnya, penggunaan bibit hasil pembenihan lokal juga memberikan keuntungan bagi petambak. Selain lebih mudah diperoleh, bibit tersebut dinilai lebih sesuai dengan karakteristik tambak setempat sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas budidaya.

Bandang menegaskan, keberhasilan program nila salin tidak hanya diukur dari luas area tambak yang dikembangkan, tetapi juga dari kemampuan daerah memenuhi kebutuhan benih secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan dari luar.

“Kalau petambak sudah bisa menghasilkan bibit sendiri, biaya produksi akan lebih efisien, keuntungan meningkat, dan roda perekonomian masyarakat pesisir ikut bergerak. Itu yang menjadi tujuan utama,” tegasnya.

Komisi D DPRD Kabupaten Pati berharap sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh perikanan, dan kelompok petambak terus diperkuat agar pengembangan budidaya nila salin mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *