Ribuan Buku Terkumpul, Danu Dorong Perpustakaan Desa Terus Dikembangkan

Advertorial, Berita20 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net – Gerakan donasi buku di Kabupaten Pati mulai menunjukkan hasil. Sekitar 2.000 buku telah terkumpul dan disiapkan untuk mendukung pengembangan perpustakaan desa.

Anggota Komisi A DPRD Pati, Danu Ihsan HC, menilai capaian tersebut menjadi gambaran bahwa masyarakat memiliki kepedulian terhadap penguatan budaya literasi. Menurutnya, buku-buku yang terkumpul jangan hanya dipandang sebagai tambahan koleksi, tetapi harus dimanfaatkan untuk membuka akses pengetahuan yang lebih luas.

“Ini menunjukkan bahwa ketika masyarakat diberikan ruang untuk ikut berkontribusi, kepedulian terhadap literasi bisa tumbuh. Buku yang terkumpul harus benar-benar sampai kepada masyarakat dan dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujar Danu.

Ia mengatakan, keberadaan koleksi bacaan menjadi salah satu unsur penting dalam membangun perpustakaan desa. Semakin beragam buku yang tersedia, semakin banyak pula pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga.

Danu pun mengapresiasi masyarakat maupun berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Ia berharap semangat gotong royong tidak berhenti setelah target awal pengumpulan buku tercapai.

Menurutnya, perpustakaan desa membutuhkan proses pengembangan secara bertahap. Penambahan koleksi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar fasilitas tersebut tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Jangan berhenti di angka 2.000 buku. Ini harus menjadi awal. Kalau gerakannya terus berjalan, koleksi perpustakaan desa akan semakin kuat dan masyarakat juga semakin mudah mendapatkan bahan bacaan,” katanya.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pati, Sukardi, menyampaikan buku-buku yang terkumpul tersebut akan digunakan untuk membentuk embrio perpustakaan desa. Pada tahap awal, sekitar 200 buku dengan berbagai klasifikasi akan diberikan untuk setiap desa.

Danu menambahkan, pengembangan perpustakaan desa membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Selain koleksi buku, keberadaan pengelola dan kegiatan yang mendorong masyarakat datang ke perpustakaan juga perlu mendapat perhatian.

Ia berharap gerakan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem literasi hingga tingkat desa, sehingga akses terhadap bacaan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *