Siswa Mulai Diare Malam Hari, Komisi D Pati Telusuri Kronologi MBG

Advertorial, Berita139 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net – Komisi D DPRD Kabupaten Pati ikut menelusuri rangkaian munculnya gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa di Kecamatan Gembong. Perhatian diarahkan pada kronologi keluhan yang muncul setelah siswa menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penelusuran dilakukan saat Komisi D mendatangi RSUD RAA Soewondo Pati, Kamis (10/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati, menggali informasi langsung dari sejumlah siswa yang masih menjalani perawatan.

Dari keterangan yang diterima, para siswa diketahui menyantap menu MBG pada Selasa (8/9/2026). Salah satu menu yang disebut dikonsumsi adalah nasi bakar.

Endah mengatakan, keluhan kesehatan mulai dirasakan beberapa jam setelah siswa mengonsumsi makanan tersebut. Gejala awal yang disampaikan antara lain diare yang terjadi ketika siswa sudah berada di rumah maupun asrama.

“Rata-rata sakitnya kira-kira jam 9, jam 10 malam. Sudah mulai diare di rumahnya masing-masing, ada yang di asrama,” ungkap Endah.

Keluhan kemudian berlanjut pada hari berikutnya. Sejumlah siswa bahkan masih berusaha mengikuti kegiatan sekolah meskipun kondisi kesehatan mereka belum sepenuhnya pulih.

Seiring kondisi yang memburuk pada sebagian siswa, mereka akhirnya dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan dan perawatan medis.

Dalam kunjungan tersebut, Endah tidak sendiri. Sejumlah anggota Komisi D, yakni Suhartini, Adhi Pamungkas, Yoga Dermawan, dan Maulana Adika Prastya, turut melakukan pemantauan terhadap siswa yang masih menjalani perawatan.

Komisi D menilai kronologi munculnya keluhan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam proses evaluasi. Informasi dari siswa dan hasil pemeriksaan medis nantinya dapat menjadi bahan untuk melihat pelaksanaan program MBG secara lebih menyeluruh.

DPRD Pati juga mendorong agar proses penanganan serta evaluasi dilakukan secara cermat dengan tetap menunggu hasil pemeriksaan resmi mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *