Suyono Dorong Edukasi Pemilahan Sampah Sejak dari Rumah Tangga

Advertorial, Berita, Lokal462 Dilihat
banner 468x60

PATI – Upaya mengurangi persoalan sampah di Kabupaten Pati dinilai harus dimulai dari lingkungan rumah tangga. Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Suyono, mendorong masyarakat untuk membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya sebagai langkah sederhana namun memiliki dampak besar terhadap efektivitas pengelolaan sampah.

Menurut Suyono, kebiasaan mencampur seluruh jenis sampah masih menjadi tantangan yang harus segera diubah. Padahal, pemisahan antara sampah organik, anorganik, dan sampah yang dapat didaur ulang akan mempermudah proses pengolahan sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat sangat menentukan, dimulai dari kebiasaan memilah sampah di rumah. Jika itu menjadi budaya, proses pengangkutan, pengolahan, hingga daur ulang akan jauh lebih efektif,” ujar Suyono.

Ia menjelaskan bahwa sampah organik masih dapat dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam memiliki nilai ekonomi apabila dikelola melalui bank sampah maupun industri daur ulang. Karena itu, pemilahan sejak awal akan memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.

Suyono menilai edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu dilakukan secara masif dan berkesinambungan. Menurutnya, pemerintah daerah dapat menggandeng sekolah, organisasi kemasyarakatan, pemerintah desa, hingga kelompok peduli lingkungan untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang benar.

“Edukasi harus terus dilakukan dengan pendekatan yang mudah dipahami masyarakat. Tidak cukup hanya memasang imbauan, tetapi juga perlu pendampingan dan contoh nyata agar masyarakat terbiasa menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan,” katanya.

Ia juga mendorong agar setiap desa dan kelurahan mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat, seperti bank sampah, rumah kompos, maupun kegiatan gotong royong menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, langkah tersebut dapat memperkuat partisipasi warga sekaligus mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat kabupaten.

Suyono optimistis persoalan sampah di Kabupaten Pati dapat ditekan apabila kesadaran masyarakat terus meningkat dan didukung oleh fasilitas serta program pemerintah yang berkelanjutan.

“Kalau masyarakat mulai memilah sampah dari rumah, manfaatnya akan dirasakan bersama. Lingkungan menjadi lebih bersih, volume sampah yang dibuang ke TPA berkurang, dan sebagian sampah bahkan bisa memiliki nilai ekonomi. Ini adalah kebiasaan baik yang harus terus kita bangun bersama,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *