Talud Jalan Wonosekar Dibangun, Cegah Luapan Air dan Bahaya bagi Pengguna Jalan

Advertorial, Berita152 Dilihat
banner 468x60

PATI – Pembangunan talud di Jalan RT 02 RW 03 Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, mulai dikerjakan pada awal Agustus 2026. Pembangunan tersebut ditujukan untuk mengatasi persoalan tanah yang terbawa aliran air hujan hingga masuk ke saluran dan meluap ke badan jalan.

Kepala Desa Wonosekar, Moh. Zaenuri, S.Pd.I, mengatakan pembangunan talud menjadi kebutuhan penting karena sebelumnya belum terdapat tembok penahan tanah di lokasi tersebut. Kondisi itu membuat tanah mudah terbawa air ketika hujan turun.

“Tidak adanya tembok penahan tanah membuat saat musim penghujan tanah terbawa air dan menimbulkan timbunan di saluran. Kemudian luapan air hujan dan tanah bisa sampai ke jalan,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya mengganggu saluran air, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan. Timbunan tanah yang terbawa air dapat membuat permukaan jalan menjadi licin, terutama ketika intensitas hujan meningkat.

Karena itu, pembangunan talud diharapkan mampu menjadi penahan tanah sekaligus membantu menjaga fungsi saluran air di sekitar jalan. Dengan demikian, aliran air ketika hujan dapat lebih terkendali dan tidak kembali meluber ke badan jalan.

“Pembangunan talud jalan ini bisa bermanfaat untuk mencegah penumpukan tanah di saluran air. Sehingga saat musim penghujan tidak ada luapan air ke jalan,” ujar Zaenuri.

Ia berharap keberadaan talud juga memberikan dampak terhadap kelancaran mobilitas masyarakat. Jalan tersebut menjadi salah satu akses yang digunakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk untuk mendukung transportasi antarwilayah desa.

“Harapan kami pembangunan ini dapat memperlancar transportasi antar desa,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris DPUTR Kabupaten Pati, Widyotomo, membenarkan adanya pekerjaan pembangunan talud di lokasi tersebut. Pekerjaan itu merupakan pembangunan Talud Jalan RT 02 RW 03 Desa Wonosekar.

“Pekerjaan dimulai awal Agustus 2026 dan diperkirakan selesai pada awal September 2026,” kata Widyotomo.

Pembangunan talud tersebut diharapkan dapat memberikan solusi terhadap persoalan limpasan air dan material tanah yang selama ini mengganggu kondisi jalan. Selain menjaga badan jalan, keberadaan talud juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keamanan serta kenyamanan masyarakat yang melintas.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *