Turnamen Voli Winong Jadi Wadah Cetak Bibit Atlet Muda Pati

Berita, Lokal97 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net — Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Winong tak sekadar menjadi ajang adu kemampuan antarpemain. Kompetisi yang telah digelar selama lima tahun berturut-turut tersebut dinilai mampu menjadi sarana pembinaan sekaligus tempat bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi olahraga.

Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKB, Kastomo, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, keberlangsungan kompetisi menjadi hal penting karena pemain muda membutuhkan pengalaman bertanding untuk mengembangkan kemampuan dan mental.

“Turnamen ini sudah berjalan lima tahun. Artinya, kegiatan ini sudah memiliki kesinambungan dan menjadi ruang bagi anak-anak muda yang memang mempunyai hobi bermain voli,” ujar Kastomo.

Ia menyebut pertandingan di tingkat desa dan kecamatan memiliki peran strategis dalam proses pencarian bibit atlet. Sebab, kemampuan seorang pemain tidak hanya dibentuk melalui latihan, tetapi juga melalui pengalaman menghadapi lawan dalam situasi pertandingan sebenarnya.

Kastomo menilai kompetisi semacam ini sebaiknya tidak hanya berorientasi pada hasil akhir. Proses pembinaan dan munculnya pemain-pemain potensial justru menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian.

“Anak-anak muda tidak cukup hanya berlatih. Mereka perlu mendapatkan pengalaman bertanding. Dari kompetisi seperti ini, kemampuan dan mental mereka bisa terus terbentuk,” jelasnya.

Ia berharap pemain yang menunjukkan kemampuan menonjol dapat memperoleh pembinaan lanjutan. Talenta yang muncul dari turnamen tingkat kecamatan, menurutnya, perlu diarahkan agar memiliki kesempatan tampil pada kompetisi yang lebih tinggi.

“Kalau ada pemain yang memang memiliki bakat dan kemampuan, jangan berhenti di sini. Harus ada upaya untuk mengarahkan mereka menuju seleksi atau kejuaraan di tingkat Kabupaten Pati,” katanya.

Selain keberlanjutan turnamen, Kastomo juga menekankan pentingnya pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Dengan demikian, kegiatan tahunan tersebut tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga mampu melahirkan pemain berkualitas yang dapat membawa nama daerah.

“Yang kita harapkan bukan hanya turnamennya terus berjalan, tetapi kualitas pemainnya juga semakin bagus. Dari sini kita bisa menemukan talenta yang nantinya dapat dikembangkan lebih jauh,” tambahnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, Desa Winong berhasil keluar sebagai juara pertama. Sementara itu, Parang Garudo Desa Godo menempati posisi kedua dan Pemuda Desa Pekalongan meraih juara ketiga.

Kastomo turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ambil bagian dalam kompetisi. Ia berharap capaian para juara dapat menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kemampuan, sedangkan peserta yang belum meraih kemenangan tidak patah semangat dalam berlatih.

“Selamat kepada para juara. Bagi yang belum berhasil, jangan berhenti berlatih. Semua pertandingan merupakan proses untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *