Wayang Golek Kudur Terancam Hilang, Kastomo Minta Pemkab Pati Segera Ambil Langkah Nyata

Berita, Lokal38 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net – Kesenian wayang golek yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari tradisi masyarakat Desa Kudur, Kecamatan Winong, kini menghadapi ancaman serius. Minimnya perhatian dan dukungan terhadap pelestarian budaya membuat keberadaan kesenian tersebut semakin memprihatinkan.

Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKB, Kastomo, menilai pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan salah satu warisan budaya lokal tersebut. Menurutnya, selama ini pelestarian wayang golek masih bergantung pada inisiatif masyarakat tanpa dukungan yang memadai dari pemerintah.

banner 336x280

Ia mengungkapkan bahwa wayang golek di Desa Kudur umumnya hanya ditampilkan saat tradisi sedekah bumi yang digelar setahun sekali. Sementara itu, kondisi perlengkapan wayang yang digunakan saat ini sudah mulai mengalami kerusakan akibat faktor usia dan kurangnya perawatan.

“Kita memiliki banyak kekayaan budaya daerah, tetapi perhatian terhadap pelestariannya masih sangat minim. Wayang golek di Kudur ini salah satu contohnya. Kalau tidak segera ada upaya penyelamatan, generasi mendatang bisa jadi hanya mendengar namanya tanpa pernah melihat pertunjukannya,” ujar Kastomo.

Menurut dia, keberadaan wayang golek tidak hanya memiliki nilai hiburan, tetapi juga mengandung nilai sejarah, pendidikan, dan identitas masyarakat Pati yang perlu dipertahankan.

Karena itu, DPRD akan mendorong pemerintah daerah agar menyusun program pelestarian budaya yang lebih terarah, termasuk membantu perawatan perlengkapan kesenian serta memberikan ruang yang lebih luas bagi pertunjukan budaya tradisional.

“Pelestarian budaya jangan hanya menjadi slogan. Harus ada kebijakan dan dukungan nyata. Kalau pemerintah serius, saya yakin masyarakat juga akan semakin semangat menjaga warisan budaya yang mereka miliki,” tegasnya.

Kastomo menambahkan, hilangnya satu kesenian tradisional sama artinya dengan hilangnya sebagian identitas daerah. Oleh karena itu, ia berharap upaya penyelamatan budaya lokal menjadi perhatian bersama antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.

“Jangan menunggu sampai wayangnya rusak total atau para pelakunya sudah tidak ada. Ketika budaya hilang, tidak mudah untuk menghidupkannya kembali. Karena itu langkah penyelamatan harus dimulai sekarang,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *