Anggaran Pemeliharaan Minim, Joni Kurnianto Sebut Perbaikan Jalan Bisa Sia-sia

banner 468x60

Masalah klasik berupa minimnya dana perawatan infrastruktur pasca-konstruksi mendapat perhatian serius dari kalangan parlemen Kabupaten Pati. Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, mengingatkan bahwa kesuksesan pembangunan jalan tidak boleh berhenti pada tahap peresmian proyek saja, melainkan harus dijamin melalui sistem pemeliharaan yang berkesinambungan.

Joni mengkritik porsi anggaran perawatan jalan yang selama ini dialokasikan di APBD, di mana nilainya dianggap masih sangat jauh dari kebutuhan riil di lapangan. Kurangnya dana ini membuat kerusakan-kerusakan kecil berupa lubang minor seringkali dibiarkan hingga akhirnya melebar dan memicu kerusakan struktur jalan yang lebih parah dan mahal.

banner 336x280

“Kalau anggaran pemeliharaan minim, maka perbaikan yang sudah dilakukan akan sia-sia. Harus ada komitmen untuk menambah anggaran agar pemeliharaan bisa berjalan rutin dan maksimal,” lanjut legislator dari Fraksi Demokrat tersebut menganalisis postur anggaran daerah.

Oleh karena itu, DPRD mendorong peningkatan anggaran pemeliharaan jalan agar lebih memadai dan dapat direalisasikan secara optimal. Joni menilai, penambahan dana perawatan rutin sebenarnya merupakan bentuk efisiensi jangka panjang untuk mencegah pembengkakan biaya rekonstruksi total akibat pembiaran kerusakan jalan.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *