Donasi Buku Jadi Fondasi Awal Pembentukan Perpustakaan Desa di Pati

Advertorial, Berita61 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net – Pengembangan perpustakaan desa di Kabupaten Pati mulai diarahkan dari langkah sederhana, yakni memastikan tersedianya koleksi bacaan bagi masyarakat. Gerakan donasi buku menjadi salah satu upaya untuk membangun fondasi awal sebelum perpustakaan desa berkembang lebih jauh.

Anggota Komisi A DPRD Pati, Danu Ihsan HC, mengatakan penyediaan buku merupakan bagian penting dalam membentuk keberadaan perpustakaan di desa. Tanpa koleksi yang memadai, fasilitas yang dibangun akan sulit menjalankan fungsi sebagai pusat informasi masyarakat.

“Kalau kita ingin membangun perpustakaan desa, tentu harus dimulai dengan menyediakan bahan bacaan. Donasi buku ini menjadi langkah awal agar desa memiliki koleksi yang bisa langsung dimanfaatkan masyarakat,” kata Danu.

Ia menilai pembentukan embrio perpustakaan tidak harus menunggu seluruh fasilitas tersedia secara sempurna. Pengembangan dapat dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan dukungan pemerintah serta partisipasi masyarakat.

Menurut Danu, model tersebut juga menunjukkan bahwa pembangunan budaya literasi dapat dilakukan melalui gotong royong. Pemerintah menyediakan arah kebijakan dan dukungan program, sementara masyarakat dapat mengambil peran melalui sumbangan buku maupun kegiatan literasi.

Gerakan donasi buku tersebut telah dituangkan melalui Surat Edaran Bupati Pati Nomor 000.4/18/2026 tentang Gerakan Donasi Buku dalam rangka mendukung pendirian dan pengembangan perpustakaan desa.

Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pati mencatat sekitar 2.000 buku telah terkumpul dari gerakan tersebut. Buku-buku itu selanjutnya diarahkan untuk membentuk embrio perpustakaan desa dengan koleksi awal sekitar 200 buku per desa.

Danu mengatakan tahap awal tersebut perlu dilanjutkan dengan pengembangan koleksi secara berkala. Dengan demikian, perpustakaan desa tidak berhenti sebagai program pembentukan, tetapi dapat berkembang menjadi fasilitas literasi yang aktif.

“Yang penting setelah embrionya terbentuk, ada keberlanjutan. Koleksinya bisa terus ditambah, kegiatannya dihidupkan, dan masyarakat diberi ruang untuk memanfaatkan perpustakaan sesuai kebutuhannya,” tuturnya.

Ia juga mendorong agar setiap desa memiliki perhatian terhadap keberadaan perpustakaan. Dukungan dari berbagai pihak dinilai penting supaya fasilitas tersebut dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Danu berharap terbentuknya embrio perpustakaan desa melalui gerakan donasi buku menjadi pijakan awal untuk memperluas akses bacaan masyarakat Pati. Dengan keberadaan perpustakaan yang lebih dekat, masyarakat diharapkan memiliki ruang alternatif untuk belajar dan memperoleh informasi.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *