PATI, sraya.net – Krisis air bersih akibat kemarau panjang di Kabupaten Pati dinilai perlu ditangani dengan memperhatikan kelompok masyarakat yang paling rentan. Anak-anak, lansia, penyandang disabilitas dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi dinilai membutuhkan perhatian khusus.
Anggota Komisi D DPRD Pati, Suhartini, mengatakan keterbatasan air bersih dapat memberikan dampak lebih besar terhadap kelompok rentan karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kebersihan.
“Jangan sampai kita hanya menghitung berapa tangki air yang sudah disalurkan. Yang juga harus diperhatikan adalah siapa yang paling membutuhkan dan bagaimana kondisi mereka,” ujar Suhartini.
Ia meminta distribusi air bersih tidak sekadar mengejar jumlah pengiriman, tetapi memastikan air sampai kepada warga yang benar-benar mengalami kesulitan.
Suhartini juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan air dan lingkungan selama menghadapi kemarau panjang. Keterbatasan air berpotensi membuat warga mengurangi aktivitas kebersihan sehingga risiko gangguan kesehatan dapat meningkat.
Menurut data Pemkab Pati, pada pertengahan September kekeringan telah menyebabkan sekitar 5.054 kepala keluarga atau 17.172 jiwa mengalami krisis air bersih.
“Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan. Jangan sampai kondisi kekurangan air kemudian menimbulkan persoalan kesehatan baru,” katanya.
Ia berharap pemerintah bersama organisasi sosial dan masyarakat dapat membangun pola distribusi yang lebih terarah, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan untuk mengambil air secara mandiri.
(ADV)










