DPRD Nilai Ketersediaan Indukan Berkualitas Jadi Kunci Sukses Nila Salin

Advertorial, Berita96 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net – Persoalan pembibitan menjadi salah satu bagian yang perlu diperkuat dalam pengembangan nila salin di Kabupaten Pati. Selain kemampuan teknis pembenihan, ketersediaan indukan berkualitas juga dinilai menentukan mutu bibit yang nantinya digunakan petambak.

Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PPP, Yassin Shodiq, mengatakan pemerintah daerah perlu ikut memastikan akses masyarakat terhadap indukan unggul tidak menjadi kendala. Menurutnya, pembenih akan kesulitan menghasilkan benih berkualitas apabila bahan baku utamanya terbatas.

“Indukan itu fondasi awal pembibitan. Kalau kualitas induknya tidak terjamin, kita juga akan kesulitan menjaga mutu benih yang dihasilkan. Karena itu, pemerintah perlu membantu membuka akses terhadap indukan yang benar-benar berkualitas,” ujar Yassin.

Ia melihat persoalan tersebut tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada kelompok pembenih. Petambak maupun pembenih skala kecil memiliki keterbatasan dalam memperoleh indukan unggul karena akses dan biaya yang tidak selalu terjangkau.

Yassin mengusulkan agar pemerintah dapat memfasilitasi penyediaan indukan melalui unit pembenihan atau kerja sama dengan lembaga yang memiliki kompetensi dalam pengembangan ikan nila salin.

“Kalau indukan berkualitas bisa tersedia di Pati, pembenih lokal akan lebih mudah berkembang. Mereka tidak harus mencari sendiri ke luar daerah dengan biaya dan risiko yang lebih besar,” katanya.

Menurutnya, dukungan tersebut juga perlu disertai pendampingan agar pembenih memahami cara menjaga kualitas indukan dan mengelola proses reproduksi secara tepat.

Ia menilai keberhasilan pengembangan nila salin tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah bibit yang dihasilkan. Mutu benih sejak awal harus diperhatikan agar mampu menunjang produktivitas petambak ketika masuk ke tahap pembesaran.

“Jangan hanya mengejar jumlah. Kita harus memastikan bibit yang dihasilkan memang baik. Kalau kualitasnya terjaga sejak indukan, petambak akan mendapatkan manfaat yang lebih besar saat budidaya,” tandas Yassin.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *