DPRD Pati Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pendataan Petani

Advertorial, Berita, Lokal446 Dilihat
banner 468x60

PATI – Keakuratan data dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) menjadi salah satu faktor penting dalam menjamin penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran. Untuk itu, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Nanda Yahya, menekankan pentingnya kolaborasi antara kelompok tani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, hingga dinas terkait dalam proses pendataan dan verifikasi petani.

Menurut Nanda, penyusunan data e-RDKK tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi yang kuat antarlembaga agar data yang masuk benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan dan mampu mengakomodasi seluruh petani yang berhak menerima pupuk subsidi.

“Keberhasilan e-RDKK bergantung pada kerja sama semua pihak. Pemerintah desa, kelompok tani, penyuluh pertanian, hingga dinas terkait harus memiliki data yang sama dan saling berkoordinasi agar tidak ada petani yang berhak justru terlewat dari sistem,” ujar Nanda.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah desa memiliki posisi yang strategis karena memahami kondisi masyarakat di wilayahnya, termasuk perubahan kepemilikan lahan maupun munculnya petani baru. Sementara itu, kelompok tani dinilai memiliki informasi yang lebih rinci mengenai aktivitas anggotanya sehingga proses verifikasi dapat dilakukan secara lebih akurat.

Nanda menilai komunikasi yang baik antara pemerintah desa, kelompok tani, dan instansi teknis akan mampu meminimalkan potensi kesalahan administrasi, seperti data ganda maupun data yang sudah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Pendataan harus dilakukan secara teliti dan terbuka. Jangan sampai ada data ganda atau data yang sudah tidak relevan masih tercantum, sementara petani yang aktif justru belum terakomodasi. Karena itu, koordinasi antarpihak harus terus diperkuat,” tegas legislator Fraksi Golkar tersebut.

Lebih lanjut, Nanda mengatakan bahwa data yang valid bukan hanya penting untuk penyaluran pupuk subsidi, tetapi juga menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan sektor pertanian. Dengan basis data yang akurat, pemerintah daerah akan lebih mudah melakukan pemetaan kebutuhan petani, menyusun program pembinaan, serta memastikan bantuan pertanian tersalurkan secara efektif.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan terus menjaga komitmen dalam memperbarui dan memverifikasi data e-RDKK secara berkala sehingga sistem pendataan petani di Kabupaten Pati semakin berkualitas.

“Kalau datanya akurat, kebijakan yang diambil juga akan lebih tepat. Pada akhirnya, yang merasakan manfaatnya adalah para petani karena bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan. Itu yang harus terus kita jaga bersama,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *