DPRD Pati Soroti Mutu Bahan Baku dalam Pelaksanaan Program MBG

Advertorial, Berita52 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net – Pengadaan bahan pangan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian DPRD Kabupaten Pati dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kualitas dan keamanan bahan dinilai perlu menjadi prioritas sejak sebelum makanan diproses di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati, menyampaikan hal tersebut setelah adanya inspeksi mendadak yang dilakukan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di sejumlah SPPG wilayah Kecamatan Cluwak.

Menurut Endah, pemilihan pemasok bahan pangan tidak semestinya hanya didasarkan pada pertimbangan harga. Setiap bahan yang digunakan untuk menu MBG harus memenuhi standar mutu serta layak dikonsumsi.

“Dalam pengadaan memang ada pertimbangan harga, tetapi kualitas tidak boleh dikorbankan. Apalagi makanan ini diperuntukkan bagi anak-anak, sehingga aspek keamanan harus menjadi perhatian utama,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan bahan ketika diterima oleh pihak SPPG. Proses tersebut harus dilakukan secara teliti untuk memastikan tidak ada bahan yang mengalami kerusakan atau perubahan kondisi yang masuk ke tahap pengolahan.

Bahan pangan yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan, perubahan warna maupun tidak memenuhi standar, kata Endah, harus segera dipisahkan dan tidak digunakan dalam proses produksi.

“Petugas penerimaan bahan harus memiliki pemahaman yang cukup untuk membedakan bahan yang masih layak dengan yang sudah tidak memenuhi standar. Jangan sampai bahan bermasalah justru masuk ke dapur produksi,” jelasnya.

Selain pengawasan secara fisik, Endah turut meminta setiap SPPG menerapkan sistem administrasi penerimaan bahan secara tertib. Data mengenai jenis bahan, waktu penerimaan hingga asal pemasok perlu dicatat dengan jelas.

Menurutnya, pencatatan tersebut akan mempermudah proses penelusuran apabila suatu saat ditemukan persoalan pada bahan pangan maupun makanan yang telah didistribusikan.

“Dengan pencatatan yang jelas, jika muncul persoalan bisa segera ditelusuri. Kita dapat mengetahui bahan tersebut berasal dari pemasok mana dan mengambil langkah evaluasi dengan lebih cepat,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *