Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Golkar, Endah Sri Wahyuningati, memberikan perhatian mendalam terhadap jaminan keselamatan anak di sektor pengekangan formal maupun informal. Ia menegaskan bahwa seluruh lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren, memikul tanggung jawab mutlak untuk menjadi ruang yang aman dan protektif bagi seluruh peserta didik.
Perempuan yang akrab disapa Mbak Ning ini menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas mencuatnya dugaan kasus pencabulan yang menimpa santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu. Baginya, peristiwa pilu tersebut harus menjadi momentum evaluasi besar-besaran bagi dunia pendidikan di Bumi Mina Tani.
“Pesantren dan lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar, bukan justru menimbulkan trauma bagi anak-anak,” ujar Mbak Ning saat memberikan pernyataan resmi di hadapan awak media mengenai kondisi perlindungan anak.
Politisi Partai Golkar tersebut menilai bahwa lingkungan belajar yang bersih dari segala bentuk ancaman fisik maupun psikologis adalah hak konstitusional anak yang tidak bisa ditawar. Komisi D DPRD Pati berkomitmen untuk terus menyuarakan pentingnya standarisasi keamanan lingkungan ramah anak di seluruh instansi pendidikan daerah.
(ADV)















