Fraksi PKS DPRD Pati Dorong Dukungan untuk Petani di Tengah Kemarau

Advertorial, Berita102 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net — Kondisi kemarau panjang yang menyebabkan keterbatasan air mendorong sejumlah petani di Kabupaten Pati menyesuaikan pola tanam. Menghadapi perubahan tersebut, Fraksi PKS DPRD Kabupaten Pati meminta pemerintah daerah hadir dengan kebijakan yang dapat menjaga keberlangsungan produksi pertanian.

Ketua Fraksi PKS DPRD Pati, Narso, mengatakan peralihan tanaman padi ke palawija perlu diikuti dukungan konkret dari pemerintah. Menurutnya, petani membutuhkan pendampingan agar tetap mampu memperoleh hasil dari lahan pertanian meski ketersediaan air terbatas.

Sejumlah wilayah seperti Kecamatan Pucakwangi, Jaken, Jakenan, dan Winong mulai mengembangkan komoditas yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi kemarau. Di antaranya kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau.

“Perubahan pola tanam ini jangan dilihat hanya sebagai respons petani terhadap kemarau. Pemerintah harus menangkapnya sebagai kebutuhan dan memberikan dukungan yang nyata,” ujar Narso.

Ia menyebut bantuan benih dan pupuk menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan pemerintah. Namun, dukungan tersebut menurutnya tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kepastian pemasaran hasil panen.

Narso mengingatkan agar petani tidak diarahkan secara massal ke komoditas tertentu tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi pasar. Produksi yang meningkat tanpa diikuti penyerapan yang baik berpotensi membuat harga komoditas turun dan merugikan petani.

“Kalau petani diarahkan menanam komoditas tertentu, harus dipastikan juga ada pasar yang menyerap. Jangan sampai produksi meningkat tetapi harga justru jatuh,” jelasnya.

Selain bantuan sarana produksi, ia mendorong Dinas Pertanian melakukan pemetaan wilayah berdasarkan kondisi ketersediaan air. Pemetaan tersebut dinilai penting agar program bantuan maupun pendampingan dapat diberikan sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Narso menegaskan, penanganan dampak kemarau terhadap sektor pertanian harus dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah tidak hanya dituntut memberikan bantuan ketika petani mengalami kesulitan, tetapi juga menyiapkan strategi agar mereka tetap produktif.

“Yang dibutuhkan petani bukan hanya bantuan sesaat, tetapi kebijakan yang membuat mereka tetap bisa berproduksi di tengah kondisi musim yang sulit,” tegasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *