Kunci sukses dari penyebaran semangat pelestarian hutan terletak pada masifnya gerakan edukasi di tingkat akar rumput. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PPP, Muslihan, meminta seluruh elemen pendukung, termasuk pemerintah desa dan pengurus kelompok tani, untuk mengambil peran aktif dalam mengedukasi warga sekitar kawasan hutan.
Muslihan menilai pemerintah desa dan kelompok tani memiliki kedekatan emosional dan geografis yang kuat dengan para petani penggarap. Oleh karena itu, kedua lembaga ini harus menjadi motor penggerak dalam menyampaikan pesan-pesan penting mengenai regulasi batasan pengelolaan hutan serta teknik pertanian yang aman bagi ekosistem.
“Ia juga meminta seluruh pihak, termasuk pemerintah desa dan kelompok tani, ikut aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kawasan hutan,” jelas legislator PPP tersebut saat merinci strategi penguatan kapasitas masyarakat pesisir dan pegunungan.
Sinergi edukasi ini diharapkan mampu meminimalisir potensi pelanggaran hukum atau pengrusakan lahan akibat ketidaktahuan warga. Muslihan menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga hutan adalah tugas kolektif bersama, di mana aparatur desa dan tokoh kelompok tani memegang peranan krusial sebagai jembatan informasi.
(ADV)
















