Komisi D DPRD Pati: Perlindungan Maksimal Anak Adalah Harga Mati di Dunia Pendidikan

Advertorial, Berita, Lokal186 Dilihat
banner 468x60

PATI – Perlindungan terhadap anak di lingkungan pendidikan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Golkar, Endah Sri Wahyuningati, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun tindakan yang mengancam keselamatan peserta didik.

Menyikapi dugaan kasus pencabulan yang terjadi di Kecamatan Tlogowungu, Endah mengatakan penanganan kasus yang melibatkan anak harus dilakukan secara cepat, profesional, dan mengedepankan kepentingan terbaik bagi korban. Menurutnya, setiap laporan harus diproses sesuai ketentuan hukum agar mampu memberikan rasa keadilan sekaligus efek jera bagi pelaku.

“Kami berharap seluruh pihak benar-benar memberikan perhatian terhadap perlindungan anak. Setiap dugaan kekerasan harus ditangani secara serius, sementara korban perlu mendapatkan pendampingan, perlindungan, dan pemulihan agar dapat kembali menjalani aktivitasnya dengan baik,” ujar Endah Sri Wahyuningati.

Politisi yang akrab disapa Mbak Ning itu menilai pencegahan juga harus menjadi prioritas. Ia mendorong sekolah untuk memperkuat pengawasan terhadap lingkungan belajar, meningkatkan edukasi mengenai perlindungan anak, serta membangun sistem pelaporan yang mudah diakses apabila terjadi dugaan tindak kekerasan.

Selain itu, Endah mengajak orang tua, tenaga pendidik, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Menurutnya, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak.

“Anak-anak merupakan aset masa depan daerah. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, sehingga mereka dapat belajar, tumbuh, dan berkembang tanpa rasa takut,” tegas legislator Fraksi Partai Golkar tersebut.

Komisi D DPRD Kabupaten Pati, lanjut Endah, akan terus mengawal berbagai kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan anak dan peningkatan kualitas pendidikan. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang serta menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat sistem perlindungan anak di Kabupaten Pati.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *