Komisi D Pati Kawal Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Perencanaan

Advertorial, Berita56 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net — Komisi D DPRD Kabupaten Pati memastikan pengawasan terhadap program revitalisasi sekolah terus dilakukan. Pengawasan diarahkan agar pekerjaan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memenuhi perencanaan dan kebutuhan sekolah.

Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, mengatakan pengawasan lapangan diperlukan untuk melihat secara langsung perkembangan pekerjaan.

“Kami ingin melihat pekerjaan secara langsung, karena antara dokumen perencanaan dengan kondisi lapangan harus ada kesesuaian. Kalau ada persoalan, harus segera dicarikan penyelesaian.”

Menurut Bandang, revitalisasi sekolah memiliki arti penting karena menyangkut kualitas lingkungan belajar siswa.

Sebelumnya, Bandang juga menyampaikan bahwa revitalisasi SD Sundoluhur yang bersumber dari APBN 2025 perlu diselesaikan sesuai target agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Ia meminta kendala teknis yang muncul segera dikoordinasikan.

“Jangan sampai pekerjaan molor dan kemudian mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah,” kata Bandang dalam pemantauan sebelumnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin membantah tudingan bahwa dirinya ikut mengkondisikan bantuan revitalisasi sekolah.

Ali menyebut Komisi D menemukan sejumlah ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan di SD 01 Kayen, SD 01 Sundoluhur, SD 02 Jimbaran dan SD 02 Brati.

Di SD 01 Sundoluhur, Ali menyoroti perbedaan antara pekerjaan yang tercantum dalam perencanaan dengan pekerjaan yang ditemukan di lapangan. Ia menyebut anggaran revitalisasi sekolah tersebut mencapai Rp1,1 miliar dari APBN.

Bandang sebelumnya juga pernah mendorong agar program revitalisasi diperluas. Pada April 2026, ia menyebut masih terdapat sekolah yang membutuhkan perbaikan dan mendorong tambahan sasaran revitalisasi.

“Semakin banyak sekolah yang mendapatkan revitalisasi, semakin besar pula tanggung jawab semua pihak untuk menjaga kualitas pelaksanaannya. Jangan sampai tujuan memperbaiki sarana pendidikan justru tidak tercapai secara maksimal.”

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *