PATI, sraya.net – Proses pascapanen menjadi salah satu tahapan penting yang menentukan nilai jual tembakau. Karena itu, petani di Kabupaten Pati didorong untuk terus meningkatkan keterampilan dalam menangani hasil panen, mulai dari pemetikan hingga pengeringan dan pengemasan.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKB, Hilal Muharom, menilai kualitas tembakau tidak hanya ditentukan oleh kondisi tanaman di lahan. Penanganan setelah daun dipetik juga berpengaruh terhadap mutu hasil yang nantinya dipasarkan.
Menurutnya, cuaca panas yang mendukung pada musim panen tahun ini perlu dimanfaatkan secara optimal. Meski demikian, petani tetap membutuhkan pengetahuan mengenai proses pengeringan yang tepat agar kualitas hasil panen dapat dipertahankan.
“Petani perlu mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Bukan hanya saat menanam, tetapi juga ketika memasuki tahapan pemetikan, pengeringan, penyortiran, sampai hasilnya siap dipasarkan,” ungkapnya.
Hilal menilai, pendampingan yang berkelanjutan dapat membantu petani mengurangi risiko penurunan mutu akibat penanganan yang kurang tepat. Selain itu, peningkatan keterampilan diharapkan mampu memperkuat daya saing tembakau lokal.
Ia juga mendorong perangkat daerah terkait untuk memperhatikan kebutuhan petani berdasarkan kondisi wilayah dan karakteristik komoditas yang dibudidayakan.
“Jangan sampai hasil budidaya sudah bagus, tetapi nilainya berkurang karena proses pascapanen kurang maksimal. Pengetahuan dan keterampilan petani perlu terus diperkuat supaya kualitas produksi bisa dipertahankan,” pungkasnya.
(ADV
















