Maulana Adika Prastya Dorong Edukasi Antikekerasan untuk Cegah Perundungan di Sekolah

Advertorial, Berita13 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net – Pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan dinilai perlu dilakukan melalui edukasi antikekerasan yang berkesinambungan. Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Maulana Adika Prastya, mendorong agar peserta didik dibekali pemahaman tentang pentingnya menghormati orang lain dan menyelesaikan persoalan tanpa tindakan kekerasan.

Menurut Maulana, pendidikan antikekerasan tidak cukup hanya dengan menyampaikan larangan memukul, mengancam, atau menghina teman. Siswa juga perlu mendapatkan pembelajaran mengenai pengendalian emosi, sikap toleransi, serta cara menghadapi perbedaan pendapat secara bijaksana.

Politisi Partai Gerindra itu menilai, kemampuan mengelola emosi dan menyelesaikan konflik merupakan bekal penting bagi anak dalam membangun hubungan sosial yang sehat. Siswa juga harus mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi persoalan, termasuk meminta bantuan kepada guru atau pihak yang dapat dipercaya.

Ia berpandangan, penanaman nilai antikekerasan perlu menjadi bagian dari aktivitas pendidikan sehari-hari. Pembinaan secara rutin, pendampingan siswa, serta penyampaian materi yang sesuai dengan usia anak dinilai dapat membantu membangun pemahaman yang lebih kuat.

Maulana turut menyoroti dugaan perundungan di Sekolah Rakyat (SR) Pati yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan kekerasan tidak dapat dibebankan hanya kepada pihak sekolah, tetapi membutuhkan dukungan orang tua, tenaga pendidik, pendamping, dan seluruh unsur terkait.

Ia juga mengingatkan agar perilaku yang menyakiti orang lain tidak dianggap sebagai bentuk candaan semata. Tindakan yang merendahkan, mengintimidasi, atau menimbulkan penderitaan bagi siswa lain harus mendapat perhatian dan penanganan yang tepat.

Maulana berharap, edukasi antikekerasan dapat diterapkan secara konsisten hingga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sekolah. Dengan demikian, peserta didik dapat tumbuh dalam lingkungan yang saling menghargai serta terbiasa mengutamakan komunikasi dan musyawarah ketika menghadapi perselisihan.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *