Minim Fasilitas dan Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan Jadi Sorotan DPRD

Advertorial, Berita, Lokal485 Dilihat
banner 468x60

PATI – Permasalahan sampah di Kabupaten Pati dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Selain dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sarana dan prasarana pengelolaan sampah juga menjadi faktor yang memicu munculnya titik-titik pembuangan liar di sejumlah wilayah.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Suyono, mengatakan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat maupun pemerintah semata. Menurutnya, penyelesaian masalah harus dilakukan secara menyeluruh melalui penyediaan fasilitas yang memadai disertai edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan.

“Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah harus memastikan fasilitasnya tersedia, sementara masyarakat juga harus memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Kalau dua hal ini berjalan beriringan, saya yakin persoalan sampah dapat berangsur teratasi,” ujar Suyono.

Ia mengungkapkan masih banyak dijumpai tumpukan sampah di pinggir jalan, lahan kosong, hingga bantaran sungai. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan pencemaran, bau tidak sedap, hingga meningkatkan risiko banjir ketika saluran air tersumbat.

Menurut Suyono, keberadaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang representatif perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemerataan fasilitas pengelolaan sampah dinilai penting agar masyarakat memiliki akses yang lebih mudah dalam membuang sampah secara benar.

“Jangan sampai masyarakat beralasan membuang sampah sembarangan karena lokasi TPS terlalu jauh atau kapasitasnya sudah tidak mencukupi. Pemerintah perlu melakukan pemetaan kebutuhan fasilitas di setiap kecamatan maupun desa sehingga pelayanan persampahan bisa lebih optimal,” tambahnya.

Ia juga menilai bahwa pembangunan fasilitas harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi yang berkesinambungan. Menurutnya, perubahan perilaku menjadi kunci utama agar persoalan sampah tidak terus berulang dari tahun ke tahun.

Suyono berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan sampah, mulai dari ketersediaan armada pengangkut, jumlah TPS, hingga pola pelayanan di lapangan. Dengan langkah yang terencana dan berkelanjutan, ia optimistis lingkungan di Kabupaten Pati akan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

“Target kita bukan hanya membersihkan sampah yang sudah ada, tetapi membangun budaya masyarakat yang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Kalau kesadaran itu tumbuh, persoalan sampah akan jauh lebih mudah dikendalikan,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *