PATI, sraya.net – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PPP, Muslihan, menegaskan bahwa program hutan sosial harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga fungsi ekologis kawasan hutan.
Menurutnya, keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan hutan sosial di Kabupaten Pati.
“Petani memang membutuhkan penghasilan, tetapi kawasan hutan juga harus tetap dijaga. Jangan sampai orientasi ekonomi justru merusak fungsi lingkungan,” kata Muslihan.
Ia mendorong para petani penggarap mulai memperbanyak tanaman keras dan tanaman penyerap air agar kondisi hutan tetap terpelihara. Selain menjaga kelestarian lingkungan, tanaman tersebut juga dinilai memiliki nilai ekonomi jangka panjang.
Muslihan mengungkapkan, sebagian petani sudah mulai memahami pentingnya pola tanam berbasis konservasi. Namun, pendampingan dan sosialisasi tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami akan terus mendampingi masyarakat supaya program hutan sosial benar-benar memberi manfaat luas, baik bagi kesejahteraan warga maupun keberlangsungan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh pihak, termasuk pemerintah desa dan kelompok tani, ikut aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kawasan hutan.
“Kalau hutan tetap terjaga, manfaatnya bukan hanya dirasakan hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang,” pungkasnya.
(ADV)











