PATI, sraya.net – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dari Komisi B Fraksi PKS, Sadikin, menerima aduan dari para petani singkong di wilayah Pati Utara. Para petani berharap adanya metode atau varietas baru tanaman singkong yang dapat dipanen lebih cepat dan memiliki produktivitas lebih tinggi.
Menurut Sadikin, saat ini sebagian besar petani masih menggunakan metode tanam yang dikenal dengan istilah “uji lima” atau dalam bahasa lokal disebut “daplang”. Metode tersebut membuat masa tanam hingga panen relatif lama.
Ia menyebut para petani menginginkan adanya inovasi varietas singkong baru yang memiliki umur tanam lebih pendek namun tetap memberikan hasil panen yang lebih baik.
“Itu kan tanaman singkongnya itu sekarang memakai uji lima atau bahasanya daplang. Sedangkan mereka berkeinginan kalau ada varietas baru yang umurnya pendek, yang lebih bagus produktivitasnya atau hasil pertaniannya, tentu mereka akan lebih senang,” ujar Sadikin.
Menurutnya, jika varietas singkong dengan masa tanam lebih singkat bisa diterapkan, maka pendapatan petani berpotensi meningkat. Hal ini karena dalam satu tahun petani bisa melakukan panen lebih dari sekali.
“Artinya kan setiap hektarnya dia bisa mendapatkan uang lebih banyak. Biasanya satu tahun tanam sekali panen sekali. Kalau bisa satu tahun dua kali atau satu setengah sampai dua kali panen kan jelas lebih menguntungkan bagi petani,” jelasnya.
Sadikin berharap ke depan pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat mendorong penelitian maupun pengenalan varietas singkong unggul kepada petani. Dengan begitu, produktivitas pertanian singkong di Kabupaten Pati bisa meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat.
(ADV)

















