Petani Sukolilo Tagih Normalisasi Sungai Silugonggo, DPUTR Siapkan Ekskavator

Advertorial, Berita59 Dilihat
banner 468x60

PATI — Kondisi Sungai Silugonggo yang melintas di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, menjadi perhatian petani setempat. Pendangkalan dan sedimentasi yang terjadi di sungai tersebut dinilai telah mengganggu produktivitas lahan pertanian, terutama ketika curah hujan meningkat.

Muhammad Soleh, petani asal Dukuh Bombong, Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, mengatakan kondisi sungai saat ini sudah cukup memprihatinkan. Sungai yang semakin dangkal membuat aliran air tidak mampu menampung debit saat musim hujan sehingga berpotensi meluap ke area persawahan.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan baru terjadi. Rencana pengerukan atau normalisasi Sungai Silugonggo telah beberapa kali disampaikan, namun pelaksanaannya hingga kini belum dirasakan oleh petani.

Ia berharap pemerintah tidak lagi sekadar menyampaikan rencana, tetapi segera merealisasikan normalisasi agar persoalan banjir yang berulang tidak terus merugikan petani.

“Kalau musim hujan kan kebanjiran. Mau tanam ambil hutang, tapi kalau mau panen malah kebanjiran. Padahal sejak dulu itu dijanjikan bakal dikeruk,” ujar Soleh.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Riyoso, memastikan penanganan Sungai Silugonggo menjadi bagian yang akan segera ditindaklanjuti. DPUTR saat ini telah menyiapkan tambahan alat berat untuk mendukung pekerjaan normalisasi sungai di sejumlah wilayah.

Riyoso menjelaskan, dari tiga unit ekskavator yang sebelumnya dianggarkan, dua unit telah dibeli dan segera tersedia. Sementara satu unit lainnya akan diupayakan melalui anggaran perubahan karena adanya penyesuaian harga.

Khusus untuk wilayah Sungai Bombong, DPUTR akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebelum pengerjaan dilakukan. Alat berat milik pemerintah daerah nantinya akan dikerahkan untuk mendukung proses normalisasi.

“Khusus Sungai Bombong, setelah ekskavator datang kami akan komunikasi bersama BBWS. Punya kita akan kita terjunkan dan sudah saya perintahkan Kabid SDA,” jelas Riyoso.

Ia menambahkan, sepanjang 2026 DPUTR Pati telah melakukan normalisasi pada 27 titik. Sementara usulan penanganan Sungai Bombong juga telah diteruskan untuk menjadi bagian dari koordinasi dengan BBWS.

“Untuk Sungai Bombong sudah dikirim tanggal 21 Juli, maka tim SDA akan komunikasi bersama BBWS dan nanti akan kami tangani,” tandasnya.

Dengan dukungan alat berat tersebut, pemerintah daerah berharap penanganan sungai dapat dilakukan lebih cepat. Normalisasi diharapkan mampu mengembalikan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi ancaman genangan yang selama ini mengganggu lahan pertanian warga di kawasan Sukolilo.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *