PATI – Pemandangan tak lazim terlihat di sebelah barat RSUD Kayen, Kabupaten Pati. Alih-alih aspal yang mulus, warga Desa Kayen justru menyulap jalan kabupaten yang rusak parah menjadi lahan tanam pohon pisang. Aksi ini merupakan bentuk protes keras masyarakat yang merasa dianaktirikan karena akses jalan utama mereka tak kunjung disentuh perbaikan oleh pemerintah daerah.
Lubang-lubang jalan yang menganga lebar dan cukup dalam menjadi alasan utama warga nekat melakukan aksi ini. Selain sebagai bentuk sindiran kepada pemerintah, pohon pisang tersebut sengaja ditanam sebagai penanda visual bagi pengendara yang melintas. Pasalnya, jika dibiarkan tanpa tanda, lubang-lubang tersebut seringkali menjebak pengguna jalan dan mengakibatkan kecelakaan, terutama saat malam hari atau ketika hujan melanda.
Kekecewaan warga mencapai puncaknya setelah sekian lama menunggu janji perbaikan yang tak kunjung terealisasi. Bagi mereka, jalan di sebelah barat RSUD ini sangat krusial bagi mobilitas ekonomi dan akses kesehatan. “Kami terpaksa menanam pohon ini agar diperhatikan. Jangan tunggu korban jiwa lebih banyak baru diperbaiki,” ungkap salah satu warga di lokasi aksi.
Menanggapi fenomena “kebun pisang” dadakan ini, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, H. Hardi, memberikan perhatian serius. Ia mengakui bahwa kedalaman lubang di jalur tersebut memang sangat membahayakan. Pihaknya menyatakan telah mendengar aspirasi tersebut dan mulai mengambil langkah-langkah administratif agar keresahan warga segera mereda.
(ADV)














