Sekretaris Komisi B Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Kurangi Belanja Pangan Warga Pati

Advertorial, Berita76 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net – Pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dinilai dapat menjadi salah satu cara membantu masyarakat Kabupaten Pati menghemat pengeluaran sehari-hari. Upaya tersebut juga berpotensi mengubah lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan menjadi sumber pangan keluarga.

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mendorong masyarakat mulai mengembangkan kebun pangan sederhana di lingkungan rumah masing-masing.

Menurutnya, kebutuhan sayuran merupakan bagian dari belanja rutin rumah tangga. Apabila sebagian kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari hasil tanam sendiri, masyarakat berpeluang mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan lainnya.

“Pekarangan rumah jangan hanya dipandang sebagai ruang kosong. Kalau memungkinkan untuk ditanami, masyarakat bisa memanfaatkannya dengan sayuran yang sering dikonsumsi keluarga. Hasilnya memang disesuaikan dengan luas lahan, tetapi manfaatnya bisa dirasakan secara langsung,” ujarnya.

Mukit menilai, pengembangan kebun rumah tangga dapat dilakukan tanpa harus menunggu program berskala besar. Masyarakat bisa memulai dengan menanam kangkung, bayam, cabai, atau tanaman pangan lain yang sesuai dengan kondisi lingkungan.

Ia menambahkan, keberhasilan kegiatan tersebut perlu didukung pemahaman mengenai teknik budidaya sederhana. Pengaturan penyiraman, pemilihan media tanam, pemupukan, serta pengendalian hama perlu diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Selain itu, masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan dapat memanfaatkan pot, wadah bekas yang aman, atau sistem tanam vertikal sebagai alternatif.

Mukit juga mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait agar memperluas edukasi mengenai pemanfaatan pekarangan produktif. Penyuluhan dapat diarahkan pada praktik yang mudah diterapkan oleh keluarga dengan berbagai kondisi lahan.

“Tujuannya bukan semata-mata menghasilkan panen dalam jumlah besar, melainkan membantu keluarga memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri. Jika dilakukan bersama-sama, lingkungan permukiman juga bisa menjadi lebih hijau dan produktif,” tambahnya.

Ia berharap, gerakan pemanfaatan pekarangan dapat berkembang menjadi kebiasaan masyarakat yang mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu menjaga pengeluaran rumah tangga.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *