UMKM Kuliner Didorong Berkembang, Akses Pasar dan Modal Jadi Sorotan

Advertorial, Berita122 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net – Usaha kuliner menjadi salah satu sektor yang dinilai mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pati. Banyak usaha makanan dan minuman yang berawal dari skala rumahan kemudian berkembang dengan menjangkau konsumen yang lebih luas.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, mengatakan sektor kuliner memiliki karakteristik yang cukup dekat dengan aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut membuat usaha kuliner relatif mudah dikembangkan oleh pelaku UMKM sesuai dengan kemampuan dan modal yang dimiliki.

Menurutnya, keberadaan usaha kuliner rumahan menunjukkan bahwa sektor tersebut dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menciptakan sumber pendapatan sekaligus membuka peluang usaha baru.

“Kalau kita lihat, banyak usaha kuliner yang tumbuh dari rumah. Ini menunjukkan bahwa kuliner bisa menjadi pintu masuk masyarakat untuk membangun usaha dan mendapatkan penghasilan,” kata Muslihan.

Ia menambahkan, agar UMKM kuliner mampu berkembang lebih jauh, pelaku usaha membutuhkan dukungan yang tidak berhenti pada pelatihan. Peningkatan mutu produk, pengurusan legalitas, perbaikan kemasan, akses pembiayaan hingga strategi pemasaran perlu menjadi bagian dari pembinaan.

Muslihan juga mendorong pemerintah daerah agar memastikan berbagai program pemberdayaan UMKM benar-benar memberikan dampak bagi pelaku usaha. Pendampingan setelah pelatihan dinilai penting agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan menghasilkan perkembangan usaha.

“Jangan hanya diberikan pelatihan, tetapi setelah itu tidak ada pendampingan. Pelaku usaha membutuhkan akses pasar, permodalan dan pendampingan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia berharap produk kuliner khas Pati semakin banyak yang mampu berkembang dari usaha rumahan menjadi produk unggulan daerah. Pertumbuhan satu usaha, menurutnya, dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas karena turut melibatkan tenaga kerja dan pemasok bahan baku.

“Kalau satu produk kuliner berkembang, yang mendapatkan manfaat bukan hanya pemilik usaha, tetapi juga tenaga kerja dan pemasok bahan bakunya,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *