Anggota Fraksi PPP Pato Minta Korban Dugaan Kekerasan Seksual Diprioritaskan

Advertorial, Berita26 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net — Anggota DPRD Pati dari Fraksi PPP, Yassin Shodiq, meminta penanganan dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati tidak berhenti pada proses hukum terhadap terduga pelaku.

Menurutnya, perhatian terhadap korban harus menjadi bagian penting dalam penanganan perkara, termasuk aspek psikologis dan keberlanjutan pendidikan.

“Ketika terjadi dugaan kekerasan seksual, korban jangan sampai menghadapi persoalan baru setelah proses hukum berjalan. Mereka membutuhkan perlindungan, pendampingan dan kepastian untuk melanjutkan pendidikan,” ujar Yassin.

Dalam kasus Ndholo Kusumo, Ombudsman RI sebelumnya menekankan perlunya perlindungan korban sekaligus memastikan keberlangsungan pendidikan ratusan santri yang terdampak penghentian operasional pesantren.

Komnas Perempuan juga menekankan bahwa penanganan kasus kekerasan seksual terhadap santri harus berpusat pada korban, termasuk pemulihan dan keberlanjutan pendidikan.

Yassin mengatakan, anak yang menjadi korban tidak boleh kehilangan hak pendidikan akibat perkara yang dialaminya.

“Jangan sampai korban merasa hidupnya berhenti karena kejadian tersebut. Pemerintah harus memastikan mereka tetap bisa belajar dalam lingkungan yang aman,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan lembaga pendamping korban.

“Pendampingan harus dilakukan secara serius. Kalau korban membutuhkan bantuan psikologis, hukum maupun pendidikan, pemerintah harus hadir,” ujarnya.

Yassin menambahkan, langkah tersebut penting untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan sekaligus mencegah munculnya trauma berkepanjangan.

“Yang paling penting adalah memastikan korban aman, mendapatkan pemulihan dan memiliki masa depan yang tetap terjamin,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *