PATI, sraya.net – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027 di Kabupaten Pati tidak hanya membutuhkan kesiapan regulasi dan administrasi. Kondusivitas masyarakat juga menjadi perhatian penting agar pesta demokrasi tingkat desa tersebut tidak memunculkan persoalan sosial.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Pati, Suwarno, mengingatkan bahwa kontestasi di tingkat desa kerap melibatkan kedekatan hubungan sosial antarcalon maupun pendukungnya. Karena itu, seluruh pihak harus mampu menjaga suasana tetap sejuk selama proses pemilihan berlangsung.
Terlebih, terdapat 65 desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak pada 2027 mendatang.
Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut berkembang menjadi perselisihan yang merusak hubungan antarwarga.
“Yang harus kita jaga bukan hanya proses pemilihannya, tetapi juga hubungan masyarakat setelah pemilihan selesai. Jangan sampai karena berbeda pilihan, hubungan bertetangga bahkan persaudaraan menjadi renggang,” ujarnya.
Suwarno menilai, sosialisasi aturan Pilkades nantinya perlu disertai dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga persatuan dan menghormati hasil pemilihan.
Selain itu, panitia penyelenggara di tingkat desa harus bekerja secara profesional, netral, dan transparan agar tidak memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat.
Ia berharap seluruh calon kepala desa maupun pendukung dapat mengedepankan sikap dewasa dalam berdemokrasi.
Dengan demikian, Pilkades 2027 tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga mampu memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat desa.
(ADV)










