PATI, sraya.net – Penyampaian pandangan umum tujuh fraksi DPRD Kabupaten Pati terhadap Nota Keuangan RAPBD 2027 menjadi pijakan untuk memasuki pembahasan anggaran secara lebih rinci.
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo, mengatakan pembahasan RAPBD 2027 perlu diarahkan pada program-program yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, APBD tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan keuangan daerah, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah untuk menjalankan pelayanan publik dan pembangunan.
“Harapan kita APBD 2027 benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena setiap anggaran yang disusun pada akhirnya harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Bambang.
Ia menyampaikan, DPRD akan mencermati berbagai usulan program yang masuk dalam RAPBD, termasuk melihat kesesuaian antara kebutuhan daerah dengan kemampuan keuangan pemerintah kabupaten.
Bambang juga meminta agar pembahasan dilakukan secara terbuka dan objektif dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.
“Setiap program tentu harus memiliki dasar dan prioritas yang jelas. Jangan sampai anggaran yang tersedia tidak memberikan manfaat maksimal karena perencanaannya kurang matang,” ujarnya.
Menurut Bambang, pembahasan bersama antara DPRD dan pemerintah daerah menjadi kesempatan untuk menyelaraskan kebutuhan pembangunan dengan kemampuan fiskal Kabupaten Pati.
Ia berharap proses pembahasan RAPBD 2027 berjalan lancar hingga nantinya ditetapkan menjadi APBD.
“Kita kawal bersama agar APBD 2027 dapat menjadi instrumen pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.
(ADV)
















