Bukan Sekadar Macet, Jalan Pati-Tayu Dinilai Mulai Hambat Perputaran Ekonomi Warga

Advertorial, Berita127 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net — Kelancaran jalan bukan hanya persoalan sampai di tempat tujuan tepat waktu. Bagi pelaku usaha, kondisi jalan juga menentukan seberapa cepat barang dikirim, berapa banyak biaya yang dikeluarkan, dan seberapa efisien aktivitas ekonomi berjalan.

Kondisi itu menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Pati, Yoga, dalam melihat kepadatan yang terjadi di ruas Pati-Tayu. Menurutnya, kemacetan yang berulang di jalur tersebut mulai memberikan dampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Yoga mengatakan, Jalan Pati-Tayu memiliki peran penting karena menjadi jalur mobilitas warga sekaligus distribusi berbagai kebutuhan. Ketika kendaraan harus bergerak lebih lambat akibat kepadatan, waktu pengiriman barang pun ikut bertambah.

“Jangan melihat kemacetan hanya dari kendaraan yang berhenti atau berjalan pelan. Ada aktivitas ekonomi di belakangnya. Barang yang seharusnya cepat sampai menjadi lebih lama karena perjalanan tersendat,” ujar Yoga.

Ia menilai kondisi tersebut dapat dirasakan oleh pelaku usaha yang setiap hari mengandalkan jalur Pati-Tayu. Kendaraan pengangkut barang harus menghadapi kepadatan bersama kendaraan pribadi, bus, sepeda motor maupun kendaraan berat lainnya.

Menurut Yoga, bertambahnya waktu perjalanan secara otomatis juga berpotensi menambah biaya operasional. Pengeluaran bahan bakar, waktu kerja pengemudi hingga jadwal distribusi bisa ikut terdampak ketika perjalanan tidak lagi dapat diprediksi.

“Bagi pelaku usaha, waktu itu juga biaya. Kalau satu perjalanan yang biasanya cepat kemudian membutuhkan waktu jauh lebih lama, tentu ada konsekuensi terhadap operasional,” katanya.

Karena itu, Yoga mendorong Pemprov Jawa Tengah melihat Jalan Pati-Tayu dari perspektif konektivitas ekonomi, bukan semata-mata persoalan kemacetan. Ia menilai peningkatan kapasitas jalan diperlukan agar aktivitas perdagangan dan distribusi di wilayah Pati bagian utara tidak terhambat.

Selain pelebaran, ia juga berharap pemerintah dapat melakukan kajian terhadap titik-titik yang selama ini menjadi sumber perlambatan arus kendaraan. Penanganan yang tepat sasaran dinilai dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Jalan yang lancar akan membuat distribusi lebih efisien. Ini bukan hanya menguntungkan pengendara, tetapi juga pedagang, pelaku usaha, petani, dan masyarakat yang membutuhkan kelancaran mobilitas,” jelasnya.

Yoga menegaskan DPRD Pati akan terus mendorong agar kondisi Jalan Pati-Tayu mendapat perhatian pemerintah provinsi. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus mengikuti perkembangan aktivitas masyarakat agar pertumbuhan ekonomi tidak terhambat oleh persoalan konektivitas.

“Kalau jalannya semakin padat, sementara kapasitasnya tidak ditambah, yang terdampak bukan hanya pengguna jalan. Perputaran ekonomi masyarakat juga ikut terkena imbasnya,” pungkas Yoga.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *