Didin Syafrudin Minta Siswa Tak Jadi Korban Persoalan Administrasi Sekolah

Advertorial, Berita42 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net — Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Didin Syafrudin, meminta persoalan administrasi perpindahan sekolah tidak dibebankan kepada siswa.

Pernyataan itu disampaikan setelah Komisi D turun langsung ke SMP Negeri 8 Pati untuk menelusuri laporan mengenai kendala perpindahan seorang siswa ke MTs di Juwana.

Didin mengatakan anak harus ditempatkan sebagai pihak yang mendapatkan perlindungan dalam setiap penyelesaian persoalan pendidikan.

“Anak jangan sampai menjadi pihak yang paling dirugikan ketika orang dewasa sedang menyelesaikan persoalan administrasi,” ujar Didin.

Ia menjelaskan, perpindahan sekolah merupakan hal yang dapat terjadi karena berbagai pertimbangan keluarga maupun siswa. Karena itu, mekanisme administrasinya harus diselesaikan secara proporsional.

“Kalau memang anak sudah memilih melanjutkan pendidikan di sekolah lain, proses administrasinya harus dibantu supaya transisinya berjalan lancar,” katanya.

Menurut Didin, keberadaan Dapodik memang penting untuk pencatatan administrasi pendidikan. Namun, persoalan data tidak boleh mengganggu proses belajar siswa.

“Dapodik itu penting sebagai data pendidikan, tetapi jangan sampai persoalan data membuat anak kehilangan kesempatan untuk belajar,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi penyelesaian persoalan melalui pertemuan antara wali murid dan pihak SMPN 8 Pati.

“Yang kami dorong adalah penyelesaian secara kekeluargaan. Kalau ada perbedaan informasi, lebih baik dibicarakan langsung daripada berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” ungkap Didin.

Diketahui, siswa tersebut sebelumnya bersekolah di SMPN 8 Pati. Setelah beberapa kali tidak masuk sekolah, siswa kemudian mengajukan pindah ke MTs Juwana.

Pihak SMPN 8 Pati menyatakan tidak pernah memberikan tekanan kepada siswa. Sementara data Dapodik siswa setelah pindah masih dalam proses pengurusan.

Didin meminta proses tersebut segera dituntaskan.

“Jangan berhenti pada pertemuan saja. Administrasi yang masih kurang harus benar-benar diselesaikan sampai siswa mendapatkan kepastian di sekolah barunya,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *