PATI, sraya.net – Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Suwarno, mengkritik belum optimalnya penerapan sistem merit dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam penyiapan kepala sekolah.
Menurutnya, lemahnya sistem tersebut membuat daerah kesulitan mencari figur yang siap mengisi jabatan strategis di dunia pendidikan.
“Kita tidak menyiapkan dari sistem meritokrasi. Padahal ASN yang ada harusnya sudah dipersiapkan sejak awal,” ungkap Suwarno.
Ia menilai, sistem merit seharusnya menjadi dasar utama dalam promosi jabatan, bukan sekadar solusi saat terjadi kekosongan.
“Kalau sistem ini berjalan dengan baik, tidak mungkin kita kekurangan calon kepala sekolah,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Suwarno menegaskan pentingnya pembinaan ASN secara berjenjang dan berkelanjutan.
“Harus ada pemetaan dan database calon pemimpin. Jangan setiap ada kekosongan baru panik mencari pengganti,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan di tingkat sekolah.
“Kalau dari hulunya sudah tidak siap, maka dampaknya akan ke mana-mana,” pungkasnya.
(ADV)

















