PATI, sraya.net — Dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong dinilai menjadi peringatan serius terhadap sistem pengawasan keamanan pangan di Kabupaten Pati.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati, mengatakan program MBG memiliki tujuan yang sangat baik, tetapi pelaksanaannya harus dibarengi pengawasan ketat dari hulu hingga makanan diterima siswa.
“Programnya baik karena menyangkut pemenuhan gizi anak. Tetapi keamanan pangan tidak boleh menjadi bagian yang terlewatkan. Makanan yang diberikan kepada anak harus benar-benar aman,” ujar Endah.
Menurutnya, evaluasi tidak hanya diperlukan terhadap makanan yang telah dikonsumsi, tetapi juga seluruh rantai prosesnya.
Mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, proses memasak, pengemasan, distribusi hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa harus menjadi bagian dari evaluasi.
Endah juga menyoroti pentingnya ketepatan waktu distribusi makanan. Sebelumnya, pihak sekolah menyebut makanan MBG tiba sekitar pukul 12.30 WIB, sementara jadwal makan siswa disebut sekitar pukul 11.20 WIB.
“Semua harus dilihat. Apakah bahan bakunya, proses memasaknya, penyimpanannya, distribusinya atau faktor lainnya. Jangan langsung menyimpulkan sebelum pemeriksaan selesai,” katanya.
Ia meminta hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi menjadi dasar menentukan langkah selanjutnya.
Endah menegaskan, kejadian di Gembong jangan sampai membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap program MBG.
“Yang harus diperbaiki adalah sistemnya. Jangan sampai satu kejadian membuat program yang sebenarnya bertujuan baik justru kehilangan kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.
(ADV)















