Hilal Minta Tirta Bening Perkuat Efisiensi dan Kendalikan Kebocoran Jaringan

Advertorial, Berita59 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net – Perumda Air Minum Tirta Bening Kabupaten Pati diminta menjadikan efisiensi operasional sebagai salah satu fokus utama dalam pelaksanaan program kerja periode 2027-2031.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Pati, Hilal Muharom, mengatakan pengelolaan perusahaan yang semakin efisien akan membuka ruang lebih besar untuk memperbaiki infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, efisiensi tidak hanya berkaitan dengan penghematan biaya, tetapi juga bagaimana seluruh sumber daya perusahaan dapat digunakan secara optimal.

“Semakin efisien pengelolaan perusahaan, semakin besar ruang yang dimiliki untuk melakukan perbaikan jaringan dan meningkatkan pelayanan. Karena itu, efisiensi harus menjadi bagian dari target lima tahun ke depan,” ujarnya.

Hilal menilai persoalan kehilangan air perlu menjadi salah satu perhatian dalam pembenahan operasional Tirta Bening. Kebocoran jaringan maupun gangguan teknis lainnya dinilai dapat memengaruhi efektivitas distribusi serta kinerja perusahaan.

Untuk itu, ia mendorong manajemen memiliki basis data yang akurat terkait kondisi jaringan perpipaan. Data tersebut penting agar pemeliharaan dan perbaikan dapat dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan skala prioritas.

“Jangan sampai anggaran banyak terserap untuk persoalan yang sebenarnya bisa dicegah melalui pemeliharaan rutin dan sistem pengawasan jaringan yang baik,” katanya.

Selain pembenahan jaringan, Hilal juga mendorong Tirta Bening mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pengelolaan layanan. Sistem pemantauan jaringan dan pencatatan pemakaian air yang lebih akurat dinilai dapat membantu perusahaan mengidentifikasi persoalan secara lebih cepat.

Pemanfaatan teknologi juga diharapkan mampu mendukung penyusunan rencana investasi. Dengan data yang lebih presisi, perusahaan dapat menentukan kebutuhan pengembangan jaringan maupun perbaikan infrastruktur secara lebih terarah.

Meski demikian, Hilal mengingatkan agar upaya efisiensi tidak berdampak pada penurunan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Menurutnya, penghematan harus diarahkan pada pengendalian biaya dan peningkatan produktivitas, bukan mengurangi hak masyarakat untuk mendapatkan layanan yang baik.

“Efisiensi bukan berarti mengurangi pelayanan. Justru bagaimana biaya operasional bisa dikendalikan sehingga kualitas pelayanan tetap meningkat,” jelasnya.

Komisi B DPRD Pati berharap rencana kerja lima tahun tersebut mampu mendorong Tirta Bening menjadi perusahaan daerah yang semakin sehat dari sisi operasional. Perbaikan jaringan, pengendalian kehilangan air, pemanfaatan teknologi dan peningkatan pelayanan diharapkan dapat berjalan beriringan demi menjaga keberlanjutan layanan air bersih bagi masyarakat.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *