Jalan Makadam Blok Petinggen Penambuhan Dibangun, Permudah Akses Petani di Area Persawahan

Advertorial, Berita63 Dilihat
banner 468x60

PATI – Akses petani menuju lahan persawahan di Blok Petinggen, Desa Penambuhan, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, kini mendapat perhatian melalui pembangunan jalan makadam. Infrastruktur tersebut dibangun untuk mendukung kelancaran aktivitas pertanian, khususnya saat petani memasuki masa panen.

Kasi Kesra Desa Penambuhan, Nur Sahid, mengatakan pembangunan jalan dilakukan karena kondisi akses sebelumnya masih berupa tanah liat. Kondisi tersebut kerap menyulitkan kendaraan yang digunakan petani, terutama ketika jalan dalam kondisi basah.

“Pembangunan makadam jalan ini digunakan supaya petani lancar untuk proses panen. Kendaraan juga tidak mudah terperosok karena sebelumnya jalannya hanya tanah liat,” ujar Nur Sahid.

Menurutnya, jalan yang berada di tengah area persawahan tersebut memiliki panjang sekitar 610 meter dengan lebar tiga meter. Pembangunan itu menghabiskan anggaran sekitar Rp200 juta.

Sahid menjelaskan, keberadaan jalan makadam di Blok Petinggen diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi petani dalam membawa berbagai kebutuhan pertanian maupun hasil panen dari lahan menuju akses jalan utama.

“Ini memang untuk melancarkan akses jalan petani. Karena lokasinya di tengah persawahan, akses yang baik sangat dibutuhkan, terutama ketika proses panen,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kondisi fisik jalan, tetapi juga diarahkan untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.

Sementara itu, Plt Sekretaris DPUTR Kabupaten Pati, Widyotomo, membenarkan adanya pembangunan jalan makadam di Blok Petinggen, Desa Penambuhan tersebut.

Menurut Widyotomo, pembangunan jalan tersebut merupakan kegiatan yang bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Kabupaten Pati dengan pelaksanaan secara swakelola.

“Benar, pembangunan jalan tersebut berasal dari Bankeu Kabupaten dan pelaksanaannya dilakukan secara swakelola,” kata Widyotomo.

Dengan pembangunan tersebut, akses menuju lahan pertanian diharapkan menjadi lebih mudah dilalui sehingga mobilitas petani dapat berjalan lebih lancar, termasuk saat mengangkut hasil panen dari area persawahan.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *