Komisi B DPRD Pati Tekankan Penanganan Tikus Berbasis Kawasan

Advertorial, Berita15 Dilihat
banner 468x60

PATI, sraya.net – Upaya menekan serangan hama tikus di areal pertanian Kabupaten Pati dinilai akan lebih efektif jika dilakukan secara kolektif. Komisi B DPRD Pati meminta pemerintah daerah mendorong keterlibatan kelompok tani dalam pengendalian hama secara bersama-sama.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Pati, Hilal Miharom, menyebut pemberantasan tikus tidak cukup jika hanya mengandalkan tindakan dari masing-masing petani. Sebab, pergerakan hama tersebut dapat menyebar dari satu lahan menuju lahan lainnya.

Menurutnya, pola penanganan harus dilakukan dalam satu hamparan atau kawasan pertanian agar hasilnya lebih maksimal dan tidak memberikan celah bagi tikus untuk kembali menyerang.

“Kalau hanya satu petani yang melakukan pemberantasan, sementara lahan di sekitarnya tidak ditangani, tikus bisa kembali lagi. Karena itu harus ada gerakan bersama dalam satu kawasan,” kata Hilal.

Untuk mendukung langkah tersebut, ia meminta Dinas Pertanian memperkuat koordinasi dengan kelompok-kelompok tani di berbagai wilayah. Fasilitasi pemerintah diperlukan agar petani dapat menyusun waktu dan pola pemberantasan secara serentak.

Selain koordinasi, pemerintah juga diharapkan memberikan pendampingan mengenai metode pengendalian yang tepat sesuai kondisi masing-masing wilayah pertanian.

Hilal menegaskan keberhasilan pengendalian hama sangat bergantung pada keterlibatan petani. Pemerintah daerah dapat berperan melalui pendampingan dan fasilitasi, sedangkan pelaksanaan di lapangan dilakukan secara gotong royong oleh para petani.

Dengan pola tersebut, pengendalian diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri dan mampu menekan potensi kerusakan tanaman akibat serangan hama tikus.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *