PATI — Upaya klarifikasi yang dilakukan jajaran Komisi D DPRD Kabupaten Pati terkait dugaan penyimpangan anggaran di SDN Sampok belum membuahkan hasil maksimal. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), tim legislatif justru mendapatkan jawaban yang dinilai kurang transparan dari pihak manajemen sekolah.
Eko Kuswanto menyebutkan bahwa pihak sekolah terkesan enggan memberikan penjelasan rinci mengenai detail pengerjaan empat ruang kelas dan perpustakaan tersebut. Kepala sekolah berdalih bahwa pelaksanaan pembangunan berada di bawah kendali penuh komite sekolah, sehingga pihak sekolah harus berkoordinasi terlebih dahulu sebelum memberikan keterangan resmi.
“Kepala sekolah menyampaikan karena pembangunan ini bersama komite sekolah, maka kita nunggu komite. Hal ini tentu menjadi catatan bagi kami, mengapa ada kesan saling lempar tanggung jawab dalam keterbukaan informasi anggaran publik,” imbuh Eko.
(ADV)











