PATI, sraya.net – Penanganan terhadap penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian DPRD Kabupaten Pati.
Anggota DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Suhartini, meminta pemerintah tidak hanya fokus pada korban yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Penerima MBG yang mengalami keluhan kesehatan tetapi tidak sampai mendapatkan perawatan medis juga dinilai perlu mendapat perhatian.
Menurut Suhartini, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh penerima yang terdampak dapat terdata dan memperoleh perlindungan sesuai kebutuhannya.
“Persoalan ini harus dilihat secara menyeluruh. Jangan hanya mereka yang dirawat di rumah sakit yang diperhatikan. Yang mengalami keluhan kesehatan tetapi tidak dirawat juga jangan sampai terlewat,” ujarnya.
Hal tersebut disampaikan setelah Komisi D DPRD Pati melakukan peninjauan ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD RAA Soewondo Pati, Mitra Bangsa, dan KSH Pati.
Suhartini menilai pendataan menjadi langkah penting dalam proses penanganan. Pemerintah diminta memastikan data korban dihimpun secara lengkap sehingga tidak ada penerima manfaat yang luput dari perhatian.
Selain penanganan medis, ia juga mendorong adanya mekanisme yang jelas apabila nantinya pemerintah menetapkan kebijakan kompensasi bagi korban.
“Pendataan harus jelas dan penanganannya juga harus adil serta transparan. Semua yang terdampak harus mendapatkan perhatian sesuai kondisi masing-masing,” katanya.
Suhartini menegaskan, kejadian tersebut perlu dijadikan bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG. Mengingat program tersebut menyangkut pemenuhan gizi sekaligus kesehatan anak-anak.
“Yang utama sekarang seluruh korban harus tertangani dengan baik. Setelah itu, kita evaluasi bersama penyebab kejadiannya dan apa yang perlu diperbaiki agar tidak kembali terjadi,” pungkasnya.
(ADV)
















