Respons taktis harus segera diambil oleh para pemimpin yayasan dan sekolah guna mengantisipasi terulangnya kasus asusila. Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati, meminta seluruh pengelola lembaga pendidikan di Pati untuk memperketat pola pengawasan harian dan mulai membangun sistem proteksi yang komprehensif bagi para santri maupun siswa.
Mbak Ning menjelaskan bahwa sistem perlindungan internal ini bisa diwujudkan melalui pembentukan kanal pengaduan yang aman, pembatasan ruang privat yang berisiko, serta edukasi mengenai hak-hak tubuh bagi anak-anak. Pengelola tidak boleh lagi bersikap pasif atau menganggap remeh potensi penyimpangan perilaku di lingkungan mereka.
“Politisi Golkar itu juga meminta seluruh pengelola lembaga pendidikan lebih ketat dalam pengawasan serta membangun sistem perlindungan terhadap santri dan siswa,” tegasnya menguraikan rekomendasi operasional bagi jajaran pendidik.
Dengan adanya sistem yang terstruktur, setiap indikasi kejahatan seksual dapat dideteksi dan dicegah sejak dini sebelum menimbulkan dampak psikologis yang mendalam bagi korban. Mbak Ning berharap para pengelola menyadari bahwa keselamatan fisik dan mental anak didik merupakan bagian tidak terpisahkan dari mutu pendidikan itu sendiri.
(ADV)

















