Pentingnya Kesadaran Kolektif dalam Menangani Isu Sampah di Pati

Advertorial, Berita, Lokal548 Dilihat
banner 468x60

PATI – Upaya mewujudkan lingkungan yang bersih di Kabupaten Pati membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Suyono, menilai persoalan sampah tidak akan terselesaikan apabila hanya mengandalkan pemerintah tanpa adanya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.

Menurut Suyono, kesadaran menjaga kebersihan harus dimulai dari lingkungan keluarga. Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya, hingga mengurangi penggunaan barang sekali pakai merupakan langkah nyata yang dapat memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah.

“Pengelolaan sampah bukan semata-mata tugas pemerintah. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat. Kalau setiap rumah tangga mulai disiplin mengelola sampahnya sendiri, beban pengelolaan di tingkat daerah akan jauh lebih ringan,” kata Suyono.

Ia mengungkapkan bahwa hingga kini masih banyak masyarakat yang belum membedakan sampah organik dan anorganik. Kondisi tersebut menyebabkan sampah yang masih memiliki nilai guna ikut tercampur dan berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sehingga mempercepat penumpukan sampah dan mengurangi peluang untuk didaur ulang.

Suyono menambahkan bahwa perilaku membuang sampah sembarangan juga masih menjadi persoalan yang harus segera diatasi. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari pencemaran lingkungan, tersumbatnya saluran air, hingga meningkatnya potensi banjir saat musim hujan.

“Kesadaran masyarakat harus terus dibangun melalui edukasi yang berkelanjutan. Kita ingin muncul budaya baru, di mana menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya dilakukan saat ada kegiatan tertentu,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat program edukasi lingkungan dengan melibatkan sekolah, pemerintah desa, komunitas, serta kelompok masyarakat. Dengan pendekatan yang melibatkan banyak pihak, Suyono optimistis perubahan perilaku masyarakat dapat terwujud secara bertahap.

“Kalau semua pihak memiliki komitmen yang sama, saya yakin persoalan sampah bisa diselesaikan sedikit demi sedikit. Yang dibutuhkan adalah konsistensi, gotong royong, dan kesadaran bahwa lingkungan yang bersih merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Suyono berharap meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Pati yang bersih dan berkelanjutan.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *